Radio Sahabat Mata "SAMA FM"
Tuesday, November 16, 2010
Boja - 17 Oktober 2010, tepat 1 bulan yang lalu Radio SAMA FM 107.7 MHz secara resmi menggema diudara.
Kami dari keluarga Loenpia.net (indah, didut, wedhouz, ikan koi, Jeepban dan saya) diundang untuk menghadiri acara launcing tersebut, walupun derasnya cucuran air hujan dan kencangnya angin yang sempat menghentikan putaran roda. Dengan baju yang 60% basah akhirnya sampai di markas Sahabat mata.
Sesampainya didepan halaman, terlihat buku-buku dalam rak TB Gunung Agung buru-buru dikemas, dimasukan kedalam kardus, dan ditutup terpal supaya aman dari terjangan hujan angin. Meja, kursi, tamu undangan tidak luput dari hujan dan basah karena Terpal yang nyaris tidak sanggup menahan derasnya guyuran hujan. Air menggenang setinggi mata kakiku, tapi saudara kita dari Sahabat mata masih bediri dan menunggu para tamu undangan untuk datang.
Kami disambut Pak Basuki dengan seyum "assalamualaikum selamat datang", dan senyuman dari tamu undangan lain yang nampak kedinginan. SAMA FM adalah radio komunitas sahabat mata yang hampir semua pengurusnya tunanetra.
Acara Launching pun akhirya dimulai. Terdengar jelas suara wanita cantik disela-sela hembusan angin dan hujan dari microphone pembawa acara, saya menengok mencari dimana sosok pembawa acaranya, yang tidak saya duga ternyata pembawa acaranya adalah seorang laki-laki tunanetra (sofyan) yang bisa menirukan suara perempuan sedang Membacakan susunan acara dan detilnya saya kira ***** (jadimalu).
Saat ada pembacaan puisi saya khusyuk menyimak. Sungguh Tidak seperti biasanya, saya yang biasanya langsung lari ke Handphone dan utak atik FB atau twitter, kali ini khusyuk menyimak dan tersepona. Anggra (kalau tidak salah ingat) penyiar dari Papua membaca sebuah puisi (judulnya lupa) dengan penghayatan dan penyampaian begitu unik membuat saya terbelanga (apik tenan rek, ini yang dinamakan membaca puisi).
Demo Siaran oleh Pak basuki dan Sofyan |
Selamat kepada Sahabat Mata dengan Launching Radio SAMA FM 107.7 MHz di Boja, semoga kedepannya bisa mengudara lebih tinggi, memberikan cahaya dan menjadi radio yang selalu ditunggu-tunggu oleh pendengarnya.
.
15 komentar
slams, kapan kamu siaran?
ReplyDelete@afiq : hmmm km dulu wil baru aku
ReplyDeleteAda streamingnya nggak? :)
ReplyDeleteselamat dan sukses ^^
ReplyDelete@sriyono : wah streamingnya belum tahu mas, tapi kayanya ada
ReplyDelete@inge : inge bisa siaran gak?
met idul adha..
ReplyDeletesemoga makin jaya, dan puisinya, kapan mas slam mau baca puisiku >,<
ReplyDeletemet Idul Adha ya mas slam ^.^, semoga makin sabar dan beriman amin :) *Senyuman paling muanisssssssss
ReplyDeletejadi rindu slam pingin nyiar lagi, btw selamat hari raya Idul Adha
ReplyDeletesemoga radionya sukses dan jaya amin
ReplyDeletenamanya terinspirasi dari mana tuh??
ReplyDeletesimple bangeetttt...
mudah2an berjaya diudara dehhh.. :)
selamattttt!!!
@fanny : makasih mba, semoga lancar idul adhanya
ReplyDelete@puisi cinta : wahaha aku gak bisa baca puisi, kalo suru baca struk tagihan listrik bisa aku hehe
@inuel : sama sama nuel, #bales dengan senyum paling cool cas
@munir : wah ada mantan penyiar nih jadi bloger, selamat idul adha juga om
ReplyDelete@mobil : amiennn
@lisha : eh lisha baru keliatan lagi., SAMA itu artinya "sahabat mata" bu.. semoga tetap mengudara
Manteb..
ReplyDeleteSemoga radionya bisa go internasional :D
@anggi ; hmm untuk internasional kayanya lebih bagus pake streaming ya? hehe skalo sekarang masih mencakup lokal aja, di daerah boja
ReplyDelete